Jumat, 21 November 2014

semoga besok masih ada asa

Ku ingin menghapus air matamu disaat kau bersedih

ketika hatimu terluka jangan berhenti untuk tersenyum

kau bisa tetap mencintainya meski hatinya tidak bersamamu

Puing-puing harapan itu menjauh

Agar ku tak berharap terlalu dalam untuknya

Tangisan dari harapan

Aku disini terdiam Seakan dunia gelap oleh kabut malam

Ketika ku coba tuk memahami Aku hanya bisa membisu melihatnya,

 Mungkin ini karna kumencintai,Tapi bukan aku yang dicintai,

Sesungguhnya Tuhan melihat,

Mendengar dan merasakan apa yang ku rasa dia tak diam

Tapi dia selalu mendengar doa ku

kertas ini semakin basah

menyamarkan kata-kata yang baru saja tertulis oleh pena ku sendiri

dan ku berharap akan ada sekepal asa untuk ku berdiri esok hari

Belajar berjalan tanpa ada yang menemani.